BANDAR LAMPUNG – Suasana halaman dan ruang kelas SMP AL Kautsar tampak berbeda pada Sabtu pagi, 8 November 2025. Bukannya sepi, sekolah justru dipadati ratusan siswa yang bersemangat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) gabungan ekstrakurikuler. Dengan diawali salat Duha berjamaah, mereka bersiap mendalami passion-nya di tujuh bidang ekskul yang berbeda.

Di ruang MTech, para siswa sibuk merakit komponen elektronik untuk membuat kotak sampah otomatis. Sementara di lapangan, alunan drum dan tiupan terompet dari peserta Drumband mulai terdengar. Tidak kalah seru, di ruang PMR, anggota baru belajar cara menangani luka bakar dan pendarahan dengan sungguh-sungguh. Sementara di kelas Wirausaha, kreativitas dituangkan dalam pembuatan bucket bunga dan stand akrilik. Ekskul KIR tidak ketinggalan dengan pelatihan pembuatan poster digital dan penulisan karya ilmiah populer. English Club juga melatih kemampuan berpikir kritis melalui sesi debat.

“Ini adalah langkah strategis untuk membangun identitas dan kompetensi,” jelas Kismanto, Koordinator Pembina OSIS. Ia menambahkan, diklat ini adalah fondasi agar siswa memiliki rasa bangga dan tanggung jawab terhadap ekskulnya, yang berujung pada peningkatan prestasi.

Waka Kurikulum, Agus Sugiarto, menambahkan bahwa semua materi yang diberikan harus diimbangi dengan etos kerja. “Pesan kami sederhana, jangan hanya santai. Prestasi itu hasil dari usaha nyata untuk menjemputnya,” katanya membakar motivasi peserta. Diklat ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan investasi sekolah untuk membentuk siswa yang terampil, percaya diri, dan siap berkompetisi.








