BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan tenaga pendidik dalam menangani keadaan darurat medis di lingkungan sekolah, SMP Al Kautsar menyelenggarakan Sosialisasi Pertolongan Pertama Henti Jantung (CPR) dan Tersedak. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 28 Oktober 2025 di Ruang Audio Visual sekolah tersebut, merupakan hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung dan diikuti oleh seluruh guru.

Pelatihan menghadirkan dr. Christopher A. Manukiley sebagai pemateri, yang memaparkan langkah-langkah praktis dan vital untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis sebelum bantuan medis profesional tiba. Kegiatan ini menekankan pada peningkatan kompetensi guru sebagai garda terdepan di sekolah ketika menghadapi insiden seperti siswa yang mengalami tersedak berat atau bahkan henti jantung mendadak.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Al Kautsar, Bapak Rudiyanto, M.Pd., menekankan pentingnya pelatihan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita sebagai guru, terutama jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi pada siswa. Dengan pelatihan ini, kita tahu tindakan pertolongan seperti apa yang harus kita ambil dalam momen-momen kritis yang menentukan,” ujarnya.

dr. Christopher dalam pemaparannya menekankan pentingnya keyakinan dan keberanian penolong sebagai langkah pertama. “Hal pertama yang harus kita lakukan jika terjadi henti jantung atau tersedak yaitu memastikan diri kita yakin dan bisa melakukan pertolongan. Jangan ragu, karena pertolongan pertama yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan korban,” jelasnya.

Beliau kemudian memaparkan teknik dasar untuk dua kasus darurat tersebut:

  1. Untuk Tersedak Berat: Lakukan metode 5+5, yaitu memberikan lima kali tepukan kuat di punggung (di antara dua tulang belikat) korban. Jika benda asing belum keluar, lanjutkan dengan lima kali tekanan perut (Heimlich Maneuver) dari belakang.
  2. Untuk Henti Jantung: Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau CPR dengan menekan dada korban di tengah tulang dada dengan kuat dan cepat, sedalam kira-kira 6 cm, dengan kecepatan 100-120 kali tekanan per menit hingga bantuan datang.

Sosialisasi berlangsung interaktif, dimana para guru tidak hanya menyimak teori tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik dasar tersebut di bawah bimbingan tim medis.

Salah satu peserta, Ardi Ihkwanudi, S.Sn., mengapresiasi pelatihan ini. “Kegiatan ini menambah wawasan kita terkait pertolongan pertama pada korban tersedak dan henti jantung. Setelah dipraktikkan, ternyata mudah untuk dilakukan. Selama ini memang belum ada gambaran jelasnya. InsyaAllah, dengan bekal ini saya siap menjadi penolong pertama jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya penuh keyakinan.

Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, SMP Al Kautsar berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan responsif terhadap keadaan darurat kesehatan, sekaligus memupuk rasa percaya diri di kalangan guru untuk mengambil tindakan penyelamatan yang dapat menyelamatkan nyawa.

,


One response to “SMP Al Kautsar Tingkatkan Kapasitas Guru dengan Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung dan Tersedak”

  1. Guru Siaga, Anak pun terjaga ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

Social Icons