Jakarta, 15 November 2025 – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Jusuf Mika Andwi Dharma, siswa SMP Al Kautsar, dengan meraih Medali Perunggu dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI ini berlangsung dari 10 hingga 14 November 2025, dan diikuti oleh 484 peserta perwakilan dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Indonesia.

OMI 2025 tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga menjadi wadah pengembangan diri melalui serangkaian acara seperti Expo, Seminar dan Talk Show, City Tour, serta puncaknya pada Awarding Ceremony.

Prestasi Mikka-sapaan akrab Jusuf Mika Andwi Dharma-ini adalah buah dari proses persiapan yang intensif dan terencana. Persiapan yang dijalaninya meliputi pendalaman materi IPA terintegrasi, try out, simulasi soal tahun-tahun sebelumnya, dan pembahasan soal tingkat lanjut. Tidak hanya itu, ia juga mendapat pendampingan khusus dari pembina untuk memperkuat strategi pengerjaan soal dan manajemen waktu, serta penguatan mental untuk menjaga fokus dan kepercayaan diri selama berlomba.

Menanggapi pencapaian ini, Devita Puspitasari selaku guru pembina menyatakan rasa bangganya. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi Mikka selama proses pembinaan. Ia terus menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan tidak mudah menyerah. Kami sangat bangga dan berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya.”

Kepala Sekolah SMP Al Kautsar Bpk. Rudiyanto, M.Pd. juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mikka yang telah membawa nama baik SMP Al Kautsar di tingkat Nasional melalui kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Terima kasih kepada para pembina yang sudah membimbing dengan penuh dedikasi. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih capaian lebih besar di masa mendatang.”

Di sisi lain, Mikka mengakui tantangan yang dihadapinya. “Menurut saya soal OMI tahun ini cukup menantang, terutama pada bagian soal eksplorasi karena berkaitan dengan analisis dan aplikasi konsep. Tapi saya bersyukur bisa mengerjakan dengan baik berkat latihan intensif dan dukungan para guru,” ujarnya.

Beberapa kendala yang berhasil diatasi olehnya selama proses persiapan dan pelaksanaan lomba antara lain tingkat kesulitan soal yang jauh lebih tinggi dari latihan reguler, manajemen waktu pengerjaan yang ketat, persiapan mental menghadapi persaingan, serta penyesuaian dengan lingkungan dan jadwal kegiatan yang padat.

Pencapaian Jusuf Mika Andwi Dharma ini diharapkan dapat memacu semangat siswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama institusi pendidikan di kancah yang lebih luas.

, ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

Social Icons