BANDAR LAMPUNG – Sebanyak tiga kelas khusus tahfizh (7H, 8H, dan 9H) SMP Al Kautsar secara bergiliran menjalani prosesi Tasmi’ sebagai bentuk evaluasi program tahfizhul Qur’an sekolah. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Kampus Al Kautsar pada awal Oktober 2025 ini menjadi momen penilaian utama terhadap perkembangan hafalan siswa.
Tasmi’ dilaksanakan dalam beberapa gelombang, dimulai oleh Kelas 7H pada 7 Oktober, diikuti Kelas 8H pada 14-15 Oktober, dan ditutup oleh Kelas 9H pada 16 Oktober 2025. Dalam ujian yang dilakukan sekali duduk ini, setiap siswa memperdengarkan hafalan Al-Qur’an mereka di depan penguji. Aspek yang dikoreksi secara komprehensif meliputi ketepatan hafalan (hifzh), penerapan hukum tajwid, keakuratan tempat keluar huruf (mahraj), serta kelancaran (fasahah) dalam membaca.
Integrasi dengan Laporan Akademik
Hasil dari evaluasi penting ini tidak dipisahkan dari perkembangan akademik siswa. Laporan hasil Tasmi’ akan dicantumkan dalam sebuah rapor khusus yang dibagikan bersamaan dengan rapor akademik hasil Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil 2025. Integrasi ini menegaskan komitmen sekolah bahwa prestasi dalam bidang agama dinilai setara dengan prestasi akademik.
Apa Itu Tasmi’ dan Signifikansinya?
Bagi kalangan penghafal Al-Qur’an, Tasmi’ merupakan istilah yang akrab. Secara bahasa, Tasmi’ berarti “memperdengarkan”. Dalam konteks tahfizh, ia adalah metode evaluasi di mana seorang penghafal (hafizh) membacakan hafalannya secara lisan di depan guru atau penguji untuk dikoreksi dan dinilai kualitasnya.
Praktik mulia ini telah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ, dimana para sahabat memperdengarkan hafalan mereka kepada Beliau untuk mendapatkan validasi dan sanad. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai penjaga keotentikan dan kualitas hafalan Al-Qur’an dari generasi ke generasi. Keberadaan program Tasmi’ di SMP Al Kautsar tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga merupakan upaya untuk menghidupkan sunah Nabi dalam mempelajari Kitabullah.
Melalui kegiatan ini, SMP Al Kautsar bertekad tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dengan benar.


